Modem Untuk iBook G4

7:30 PM / Posted by ciprat / comments (0)


setelah lama mencari modem yang bisa buat Laptop Mac Akhirnya dapat juga hehehe. ternyata hape motorolla E398 ku bisa juga dibuat modem dengan metode PPP yang ada di internet connection dengan memasukan parameter yang sesuai dengan provider. kebetulan aku pake Telkomsel lumayan cepet disini.

koleksi Hape

12:39 AM / Posted by ciprat / comments (0)



Hape yang aku punya sekarang antara lain:
- Sony Ericsson M600i
- Sony Ericsson T300
- Ericsson T10
- Nokia 1110i
- Nokia 3200
- Nokia 3310
- Nokia 2280 CDMA
- Nokia 3650
- Siemens M50
- ZTE Fren CDMA
- Motorola E398
- Motorola C115

posting

12:20 AM / Posted by ciprat / comments (0)


lagi ga bisa tidur neh, trus ada laptop nganggur dan bandwith besar yang sekalian numpang posting. ya iseng2 pake IM2 yang sudah berkekuatan HSDP plus modem vodafone versi GSM dan Laptop Presario V 3000. gila men kenceng banget.

Mac pertamaku

10:33 AM / Posted by ciprat / comments (0)


Akhirnya kebeli juga komputer apple, setelah perburuan di dunia maya dan terbawa mimpi selama beberapa bulan baru lah sekarang dapat kebeli. Cerita bermual dari sering blog walking ke blog para pecinta Macinthos : terutama blog macnoto di www.adinoto.org, blog kang eep di www.eepinside.com dan mas adham di www.adhamsoemantrie.com. thanks pencerahannya. mereka ini para punggawa Mac di Bumi Nusantara. kebetulan aku dapet iBook G4 seneng rasanya like dream come true. Pertama make OS Tiger nya serasa bingung soalnya butuh sedikit penyesuaian, aplikasi bawaannya lumayan lengkap kok. fisikly bodynya bagus banget putih men dan logonya itu yang bikin gak kuat haha. sewaktu jalan-jalan ke Matos-Malang waktu mau beli softcase, orang-orang sekeliling ngeliatian aja begitu juga waktu berburu hotspot di Bandara Juanda kejadian itu terulang lagi.hehe(dasar narsis). Pokoknya asik pake iBook G4 ini. setelah selama 1 bulan ditangan belum di apa-apain paling buat kerja yang di pake word dan excel nya. belum bisa explore ke fitur-fitur lain, biasa masalah manajemen waktu plus banyak kerjaan menumpuk di kantor. kapan-kapan deh kalo ada fitur baru saya posting lagi hehehe. sekian dulu mau sholat jumat neh.

Baru bisa nulis lagi neh..

10:04 AM / Posted by ciprat / comments (0)


setelah sekian bulan ga bisa nulis karena kesibukan kantor baru hari ini bisa uatak-atik tulisan hehehe....

MY CAR

1:44 PM / Posted by ciprat / comments (0)


its my car

Linus T "GPL2 Lebih baik dari GPL3"

8:01 AM / Posted by ciprat / comments (0)

Sang pencipta Linux, Linus Torvalds, dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan oleh Linux Foundation baru - baru ini, menekankan bahwa GNU General Public License (GPL) versi 2 masih lebih cocok untuk kernel Linux ketimbang versi 3 yang lebih baru.

“Saya akan memilih lisensi yang paling tepat dengan apa yang saya kerjakan. Dan untuk saat ini, versi 2 adalah yang paling cocok untuk apa yang saya pikir kami ingin lakukan lebih, lebih baik dari versi 3″, ungkap Torvalds.

Sebagai dasar, GPL 2 bertindak sebagai lisensi tunggal yang membawahi seluruh bagian besar dari source code kernel. Apabila versi 3 digunakan, maka Versi 3 akan membagi dasar ini menjadi 2 bagian. Sebagian mengikuti versi 2, dan yang lainnya mengikuti versi 3 atau yang lebih baru. Versi 3 akan berguna apabila seluruh kode eksternal yang kami rasa penting seluruhnya (menerima) dilisensikan dibawah versi 3, ujar Torvalds. Seperti diketahui, source code kernel tidaklah hanya ditulis oleh Linus Torvalds sendirian. Namun merupakan kontribusi dari para pengembang lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Tentunya pemegang hak cipta atas kontribusi kode ini adalah masing masing kontributor.

Dia menambahkan, dia tidak dapat merubah lisensi yang ada seketika saja menurut kehendaknya. “Maksudku, karena aku telah menerima kode (untuk kernel ini) selama lebih dari 15 tahun dari orang - orang yang menerima pilihanku karena memilih lisensi versi 2. ”

Dalam wawancara tersebut, Linus juga ditanya mengapa pengembangan Linux banyak terpusat di Amerika Utara dan Eropa, padahal Linux kini telah menjangkau seluruh dunia. Torvalds menjawab, dengan mengatakan bahwa para developer cenderung berasal dari negara-negara yang memiliki akses internet padat. Meskipun China dan India memiliki banyak penduduk, namun mereka memiliki permasalahan pada akses Internet mereka. Bahasa dan budaya juga menjadi masalah. Contoh untuk kendala bahasa, meskipun di beberapa negara Asia memiliki pengguna internet yang besar, dan pendidikan yang baik, mereka tidak berkontribusi banyak pada pengembangan kernel dan proyek open source lainnya, ungkap Torvalds. Amerika Selatan, meskipun mungkin tidak berbicara bahasa Inggris, namun secara budaya mereka lebih dekat dengan Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini membuat perkembangan linux di daerah ini lebih mudah.

Torvalds juga menyebutkan pada awalnya, pengembangan kernel Linux merupakah sebuah hobi. Namun berbeda sejak 4 tahun terakhir ini yang telah menyita penuh waktunya.