mitsubishi EVO

7:51 AM / Posted by ciprat /

Mitsubishi Evo7 merupakan sedan 4-pintu yg dapat membuat
Ferrari berpikir untuk pensiun dari dunia balap jalanan.


Tampilannya memang tak jauh berbeda dari sedan 4-pintu pada umumnya, tapi
performanya mampu membuat malu supercar sekalipun.


Dapur pacu sedan 4-wheel drive ini dibekali mesin turbocharged & intercooled
DOHC 2000cc 4 silinder inline.


Meski kapasitas mesinnya cuma 2000cc saja, namun mampu dimodifikasi hingga
menyemburkan tenaga sampai 500HP lebih yg berarti jauh diatas supercar seperti Ferrari 360
Modena. Padahal ukuran mesin Evo7 cuma 2000cc, jauh lebih kecil dibandingkan Ferrari 

yg mengandalkan mesin 3600cc.


Maka dari itu Ferrari beraninya hanya berkutat di Formula1 dan Supercar saja,
karena kalau terjun ke balap jalanan mereka pasti akan dipermalukan habis-habisan oleh
para "pasukan" jepang ber-cc kecil ini.


Jangankan Ferrari berniat membuat sedan jalanan untuk mengalahkan sedan jepang,
bahkan supercar mereka saja dapat dibantai oleh sedan keluarga buatan jepang
.


Disinilah bukti keunggulan bangsa jepang dibanding bangsa
eropa.


Namun kehebatan bangsa jepang itu menimbulkan iri hati di kalangan orang barat yg
menyebabkan penjualan Evo diganjal berbagai regulasi/peraturan.



Orang amerika & eropa menganggap tenaga Evo7 terlalu besar untuk sedan 4-pintu
sehingga penjualannya dilarang dan dianggap illegal.


Ini merupakan bukti keputusaasaan & rasa iri bangsa barat terhadap keunggulan
bangsa jepang.


Sebenarnya Evo6 jauh lebih powerful lagi dibanding Evo7.
Namun handling Evo6 yg terlalu sulit, kopling yg sangat berat, serta suara mesin yg
terlalu kasar membuat Mitsubishi merilis Evo7 yg lebih jinak drpd pendahulunya. Apalagi
penjualan Evo6 sering terganjal oleh regulasi di amerika & eropa.

Jadi Evo7 sebenarnya bukanlah penerus dari Evo6, sebab Evo6 yg notabene lebih
"hardcore" hingga saat ini masih dijual bersamaan dgn Evo7.



Orang yg mengutamakan performa dibanding kenyamanan biasanya lebih memilih Evo6
dibanding Evo7.


Namun adanya regulasi/peraturan di amerika & eropa membuat Evo7 akhirnya lebih
banyak terjual dibanding Evo6.


Dalam kondisi standard, Evo7 sebenarnya sudah mampu
mengeluarkan tenaga sebesar 300HP dan hanya membutuhkan sedikit modifkasi utk membuatnya
mampu menembus angka 500HP. Namun regulasi di amerika dan eropa memaksa pabrikannya utk
mengurangi powernya jadi hanya berkisar 270HP saja, bahkan itupun terkadang masih dianggap
illegal di beberap negara bagian.

Konon pabrikan mobil ini terpaksa menambah bobot sebesar 50kg pada mobil ini utk
mengurangi tenaga & aselerasinya yg terlalu dahsyat, ini jelas kebalikan dari yg
dilakukan produsen mobil lain yg berlomba-lomba mengurangi bobot utk meningkatkan
performa.

Tindakan aneh itu dilakukan Mitsubishi demi menuruti regulasi yg tak lain adalah
akal-akalan dunia barat yg ketakutan supercar mereka dikalahkan oleh sedan jalanan ini.


Namun meski dengan tenaga yg terpaksa dikurangi jadi cuma sebesar 270HP saja, Evo7
ternyata masih sanggup mencapai top speed 260km/jam dengan aselerasi 0-100 dalam waktu
cuma 5 detik saja, yg berarti masih bisa mengalahkan supercar Porsche dan Ferrari.


Bayangkan bila tenaga mobil jepang ini tak dibatasi oleh peraturan, pasti akan
membuat team Ferrari terkencing-kencing di celana mereka.


Bila tak diturunkan performanya, Evo7 mampu mencapai
aselerasi 0-100km/jam hanya dalam kisaran waktu 4 detik yg notabene merupakan aselerasi
kelas supercar berharga milyaran rupiah. Padahal harga sedan jepang yg memiliki fitur
canggih Active Yaw Control ini cuma berada di kisaran 200 -250 juta rupiah.


Meski orang amerika merasa gelisah dengan keunggulan bangsa
jepang di dunia otomotif, namun mereke akhirnya berhasil dipaksa utk mengakui keagungan
& keunggulan bangsa jepang dengan digunakannya Evo7 pada film 2Fast & 2Furious.


Para pecinta movie mungkin baru sekarang menyadari bahwa Mitsubishi Evo adalah
sedan jepang yg cepat, namun pengguna Playstation dari dulu sudah tahu bahwa Evo adalah
mobil jepang yg dahsyat dan setara supercar.



Perlu diingat bahwa salah satu alasan mengapa bangsa jepang
tak membuat supercar bermesin besar, adalah karena sedan keluarga 4-pintu buatan mereka
sudah cukup untuk mengalahkan supercar eropa seperti Ferrari dan Porsche.


ERTL adalah satu-satunya produsen diecast yg memegang lisensi
utk membuat replika mobil-mobil 2Fast&2Furious dalam skala 1:18.

Secara umum, kualitas pembuatan & detail pada diecast seri 2Fast&2Furious lebih
baik dibanding The Fast & The Furious. Ini tak lain karena proses produksi yg lebih
baru.


Diecast Evo7 ini merupakan prioritas utama yg wajib dimiliki
oleh kolektor mobil 2Fast&2Furious. Ini tak lain karena Evo7 adalah kendaran yg
dikendarai oleh Paul Walker si aktor utama.


Selain itu dibanding mobil yg lain, mobil ini lebih tersohor.


Dalam hal kualitas cat yg digunakan pada diecast ini, harus
diakui bahwa ERTL tak pernah menggunakan bahan cat yg sebaik pada diecast buatan Jada
ataupun Autoart. Namun kualitas pengecatan yg dilakukan ERTL jauh lebih bagus dibanding
Jada maupun Maisto. Tidak ada semburan cat yg memudar pada bagian belakang kap mesin
maupun pinggiran lubang pintu. Motif grafis pada body mobil juga bukan berupa sticker,
namun dibuat dari goresan cat yg menyatu dengan cat dasar, jadi jelas tak akan mudah
terkelupas.


Kualitas kaca lampu tergolong baik, ini ditunjukkan dengan
tidak adanya tiang penyangga lampu yg umum nampak pada diecast kacangan. Lampu rem bergaya
altezza dibuat dari plastik transparan yg dibuat cukup baik, tapi sayangnya aksen warna
merah di bagian dalamnya dibuat menggunakan sapuan cat saja.


Lubang-lubang udara pada bumper depan ditutup oleh mesh grill
plastik yg sayangnya tak berlubang-lubang. Namun yg lebih disayangkan lagi adalah lubang
air scoop pada kaop mesin yg efek "mesh grill"-nya hanya dibuat dari motif cat
saja.


Detail di ruang mesin tergolong bagus, yg jelas detailnya
jauh lebih bagus drpd ruang mesin pada diecast buatan Jada.


Pada diecast buatan ERTL ini, bentuk mesin terlihat seperti modul terpisah. Beberapa
komponen mesin seperti kabel busi, selang-selang, dan strutbar juga terlihat sebagai
komponen yg terpisah, sehingga kesannya lebih realistis.


Sektor interior juga digarap dengan bagus, yg jelas lebih
detail drpd interior pada diecast seri The Fast &The Furious yg dibikin lebih duluan.

Mulai dari detail pada panel dashboard hingga detail tachometer yg bertengger di dashboard
semuanya digarap dengan bagus.

Beberapa bagian dashboard diberi aksen warna silver. Bahkan pedal sekalipun tak hanya
diberi sapuan warna silver saja, tapi juga diberi detail alur-alur supya lebih realistis.

Secara umum interior didominasi kombinasi warna two-tone silver dan hitam. Kursi juga
menggunakan corak two-tone ini, tapi sayangnya kesan plastiknya sungguh terasa, selai itu
seatbelt juga hanya terbuat dari kontur permukaan kursi yg diberi aksen warna hitam.


Pintu belakang yg tak bisa dibuka merupakan kekurangan yg
cukup tragis. Biasanya hal seperti ini hanya ada pada diecast kelas kacangan seperti
Maisto, dan tentu saja haram hukumnya bagi diecast kelas menengah ke atas seperti ini.


Namun ERTL tampaknya tak mau bersusah payah untuk membuat pintu belakang yg bisa dibuka.
Seharusnya mereka malu terhadap Autoart yg mampu melaukan hal seperti itu.


Ruang bagasi belakang terkesan sepi dan hanya ada sebuah
tabung NOS. Pada tabung NOS tsb terdapat sticker yg  bahannya tak dapat menempel
dengan baik pada bahan plastik tabung NOS. Tampaknya ERTL terkesan asal-asalan dalam
melakukan hal ini.


Bila anda terbiasa melihat roda pada diecast buatan Jada,
maka roda pada diecast buatan ERTL ini terkesan biasa-biasa saja. Meski demikian ERTL tak
lupa menambahkan discbrake dan caliper. Namun sayangnya discbrakenya tak ikut berputar
bersama roda.


Bagian bawah diecast ini dibuat dengan cukup detail, jauh
lebih detail baik dibanding bagian bawah diecast Jada.

Anda dapat melihat bagian bawah mesin, gearbox, gardan, tabung resonator & muffler
knalpot, dan komponen-komponen suspensi lainnya. Beberapa bagian komponen juga diberi
aksen warna silver & abu-abu tua agar terlihat lebih realistis.



Secara umum dapat disimpulkan bahwa diecast ini merupakan
barang wajib bagi penggemar film 2Fast&2Furious maupun pengagum mobil Mitsubishi Evo7.

Tak dapat dipungkiri bahwa Evo7 adalah mobil yg mampu membuat pemilik Ferrari gelisah di
arena balap jalanan, oleh karena itu replikanya ini dapat menjadi monumen untuk
mengingatkan orang-orang atas keunggulan bangsa jepang atas bangsa eropa & amerika.